Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2011

Muslim Itu Seperti Hujan

Muslim Itu Seperti Hujan Cerita hujan. “Seperti hujan,” tutur Asma binti Abdul Aziz dalam kunjungannya ke ma’had saya beberapa waktu lalu.  Beliau adalah adik ipar Syaikh As-Sudais, salah seorang Imam Masjidil Haram. Wanita muda bersahaja itu kagum melihat hijaunya Indonesia (setidaknya Bogor, di kaki Gunung Salak). Tumbuh-tumbuhan bermacam  rupa, berbuah, berbunga-bunga. Bentangan sawah, perkebunan… dan hujan. Di negerinya, hujan selalu dinantikan. Di daratan yang gersang, siang hari sangat panas dan malam menjadi sangat dingin. Nyaris tidak ada hujan. Kering. Padahal, hujanlah yang menjadi penyeimbang siang dan malam, penyegar negerinya. “Dan Dialah yang mengirimkan angin sebagai kabar gembira yang mendahului rahmat-Nya, dan Kami menurunkan air yang bersih dari langit. Dengan itu Kami hidupkan negeri yang sudah mati, dan Kami beri minum segala yang Kami ciptakan, hewan ternak dan manusia yang banyak.” (QS Al Furqon: 48—49) Hujan, butir-butir yang turun setelah angin memb...

Batu-Batu yang Menghalangi

Batu-Batu yang Menghalangi * Bukankah setiap lembar kehidupan yang kita tempuh dalam langkah kehidupan kita terdapat batu-batu yang menghalangi hingga kita mencapai tujuan akhir? Mengapa kita menginginkan semua ini segera berlalu, padahal kita tidak mengetahui kehidupan kita pada lembar yang akan datang, akankah lebih baik ataukah sebaliknya? Dalam setiap kehidupan manusia, pasti  akan ada ujian-ujian yang menimpanya. Semakin lama manusia menjalani kehidupan di permukaan bumi ini, semakin besar pula ujiannya. Setiap ujian seorang hamba disesuaikan dengan kadar keimanan hamba tersebut. Nabi sallahu’alaihi wasallam pernah ditanya, siapakah dari golongan manusia yang paling berat cobannya? Nabi menjawab, “Para Nabi, kemudian orang sholih, kemudian yang paling mirip dengan mereka, kemudian yang paling mirip dengan mereka di antara manusia. Seseorang diberi cobaan sesuai dengan diennya. Jika diennya kuat, cobaannya pun akan lebih berat dan jika diennya lemah, akan diringankan cobaann...

Menaklukkan Malam

Menaklukkan Malam  on Monday, January 24, 2011 at 12:23pm Ini cerita tentang menaklukkan malam Lewat dari hitungan kesepuluh dentang kesunyian diaba-aba tembok-tembok malam dikunci. aku tak bisa keluar menyaksikan bulan merangkak di luar sana.. atau gradasi langit yang bergeser dari kegelapan lalu kelam lalu pekat atau bintang-bintang cantik saling berkedip dalam konfigurasi masing-masing satu per satu kawan menjemput lelap bertekad akan melanjutkan pertempuran di penghujung malam aku tidak, tidak bisa. tidak ada istirahat dalam pertempuranku kali ini. belum selesai, aku harus terus menekuri tiap bijih detik menghafal tanpa suara... Kam baynassamawaati wal ardh? berapa jarak antara langit dan bumi? "Antara langit dan bumi jaraknya perjalanan 500 tahun, dan antara satu langit ke langit lainnya jaraknya perjalanan 500 tahun, sedang ketebalan masing-masing langit adalah perjalanan 500 tahun. Antara langit yang ketujuh dengan ‘Arsy ada samudra, dan antara dasar samudra itu de...

Mencintai dengan Istimewa

Mencintai dengan Istimewa  on Saturday, January 22, 2011 at 5:40pm Selayaknya, pijakan kaki semakin seimbang. Ada Allah, tempat bergantung... Tempat tumpah segala cerita... bahkan ketika tak sanggup merangkai kata. Dia... "Yang telah menciptakan aku.. maka Dia yang memberi petunjuk kepadaku dan Yang memberi makan dan minum kepadaku dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkanku dan Yang akan mematikanku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali) dan Yang sangat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat..." (As-Syu'ara: 78-82) Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda: Allah ta’ala telah berfirman : “Wahai anak Adam, selagi engkau meminta dan berharap kepada-Ku, maka Aku akan mengampuni dosamu dan Aku tidak pedulikan lagi. Wahai anak Adam, walaupun dosamu sampai setinggi langit, bila kau mohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku memberi ampun kepadamu. Wahai anak Adam, jika kau menemui Aku dengan membawa dosa sebanyak isi bumi dan engkau tiada meny...

Sang Raja dan Pencuri Cinta

Sang Raja dan Pencuri Cinta on Sunday, September 19, 2010  Kucing di Genteng dan Tergila-gila Cinta Tengah hari di bulan Ramadhan, ustadzahku   meminta sebagian   murid tingkat satu, siapa saja boleh, untuk menemuinya di musholla. Tak biasanya beliau mengumpulkan kami—siapa saja boleh itu—pada jam istirahat siang. Beberapa murid tingkat satu yang tergolong orang-orang yang suka penasaran dengan hal-hal tak biasa itu pun bergegas ke musholla. Dari dalam musholla, tampak di sudut kanan atasnya, plafon (atap yang putih itu lho-red) terbuka. Menjulurlah tangga bambu, miring 45 ⁰ , dari lantai menuju lubang plafon itu. Yang membuat murid-murid tercengang adalah sosok yang berdiri di sebelah tangga itu. Ustadzahku yang hafal 30 juz Al Quran sebelum baligh kemudian dilanjutkan dengan mempelajari dan menguasai semua jilid kitab tafsir Ibnu Katsir (± 6 jilid) kemudian kitab-kitab lainnya di usia sangat belia; yang lahir pada bulan dan tahun yang sama denganku; yang menjadi mudi...