Batu-Batu yang Menghalangi*
Bukankah setiap lembar kehidupan yang kita tempuh dalam langkah kehidupan kita terdapat batu-batu yang menghalangi hingga kita mencapai tujuan akhir?
Mengapa kita menginginkan semua ini segera berlalu, padahal kita tidak mengetahui kehidupan kita pada lembar yang akan datang, akankah lebih baik ataukah sebaliknya?
Dalam setiap kehidupan manusia, pasti akan ada ujian-ujian yang menimpanya. Semakin lama manusia menjalani kehidupan di permukaan bumi ini, semakin besar pula ujiannya. Setiap ujian seorang hamba disesuaikan dengan kadar keimanan hamba tersebut.
Nabi sallahu’alaihi wasallam pernah ditanya, siapakah dari golongan manusia yang paling berat cobannya? Nabi menjawab,
“Para Nabi, kemudian orang sholih, kemudian yang paling mirip dengan mereka, kemudian yang paling mirip dengan mereka di antara manusia. Seseorang diberi cobaan sesuai dengan diennya. Jika diennya kuat, cobaannya pun akan lebih berat dan jika diennya lemah, akan diringankan cobaannya”
Allah Azza wa Jalla pun berfirman,
“ Apakah manusia itu mengira bahwa mereka akan dibiarkan (saja) mengatakan ‘kami telah beriman’ sementara mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang sebelum mereka. Maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta” (QS. Al Ankabut: 1—3)
“ Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS Al Baqarah: 155)
*Catatan kecil dari musyrifah saya
Komentar
Posting Komentar