Langsung ke konten utama

Mencintai dengan Istimewa

Mencintai dengan Istimewa


 on Saturday, January 22, 2011 at 5:40pm
Selayaknya, pijakan kaki semakin seimbang. Ada Allah, tempat bergantung... Tempat tumpah segala cerita... bahkan ketika tak sanggup merangkai kata. Dia...

"Yang telah menciptakan aku..
maka Dia yang memberi petunjuk kepadaku
dan Yang memberi makan dan minum kepadaku
dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkanku
dan Yang akan mematikanku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali)
dan Yang sangat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat..." (As-Syu'ara: 78-82)

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda: Allah ta’ala telah berfirman :
“Wahai anak Adam,
selagi engkau meminta dan berharap kepada-Ku,
maka Aku akan mengampuni dosamu dan Aku tidak pedulikan lagi.
Wahai anak Adam,
walaupun dosamu sampai setinggi langit,
bila kau mohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku memberi ampun kepadamu.
Wahai anak Adam,
jika kau menemui Aku dengan membawa dosa sebanyak isi bumi dan engkau tiada menyekutukan sesuatu dengan Aku, niscaya Aku datang kepadamu dengan (memberi) ampunan sepenuh bumi pula”. (HR. Tirmidzi)

Allah berfirman,
"Hai anak Adam, Aku ciptakan kamu, maka jangan bermain-main.
Dan Aku jamin rizkimu, maka janganlah merasa lelah..
Hai anak Adam, carilah aku, engkau akan menemui-Ku.
Jika engkau menemukan Aku, engkau dapat sesuatu
dan Aku mencintaimu lebih dari segalanya" (Hadits Qudsi)

"Semua barang yang hilang akan ada pengganti.
Tiada pengganti bagi Allah,
Bila engkau hilangkan Dia" (Ibnul Qoyyim Al Jauziyah)


Dari-Nya ketenangan sejati... melegakan, saat di puncak tangis dan pinta..

Ingin,
mencintai-Nya dengan istimewa...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

The Road Not Taken: It tells us about choosing.

Jalan yang Tak Diambil  -Robert Frost- Dua jalan bercabang di hutan yang menguning sayang, aku tak bisa menempuh keduanya sebagai seorang pengembara, lama aku berdiri   dan menatap salah satunya sejauh yang kubisa sampai jalan itu berkelok di balik semak belukar lalu kuteliti jalan yang lain, sama, mungkin malah tampak lebih baik berumput segar dan menarik hati meskipun jejak yang telah melewatinya juga telah merundukkan rerumputannya dan pagi itu dua jalan sama-sama terbentang tertutup daun-daun yang tak pernah terinjak oh, kusimpan jalan yang pertama untuk lain hari! meski aku tak tahu ujung jalan sana apakah ada jalan kembali Akan kuceritakan dengan lirih suatu waktu berabad kemudian:   Dua jalan terbentang di hutan, dan aku... aku mengambil jalan yang tak diambil orang lain dan kutahu, itulah yang membuat perbedaan The Road Not Taken;  -Robert Frost- Two roads diverged in a yellow wood And sorry I could not travel both   An...

Batu-Batu yang Menghalangi

Batu-Batu yang Menghalangi * Bukankah setiap lembar kehidupan yang kita tempuh dalam langkah kehidupan kita terdapat batu-batu yang menghalangi hingga kita mencapai tujuan akhir? Mengapa kita menginginkan semua ini segera berlalu, padahal kita tidak mengetahui kehidupan kita pada lembar yang akan datang, akankah lebih baik ataukah sebaliknya? Dalam setiap kehidupan manusia, pasti  akan ada ujian-ujian yang menimpanya. Semakin lama manusia menjalani kehidupan di permukaan bumi ini, semakin besar pula ujiannya. Setiap ujian seorang hamba disesuaikan dengan kadar keimanan hamba tersebut. Nabi sallahu’alaihi wasallam pernah ditanya, siapakah dari golongan manusia yang paling berat cobannya? Nabi menjawab, “Para Nabi, kemudian orang sholih, kemudian yang paling mirip dengan mereka, kemudian yang paling mirip dengan mereka di antara manusia. Seseorang diberi cobaan sesuai dengan diennya. Jika diennya kuat, cobaannya pun akan lebih berat dan jika diennya lemah, akan diringankan cobaann...