Langsung ke konten utama

BERJALAN KE BARAT WAKTU PAGI HARI

BERJALAN KE BARAT WAKTU PAGI HARI

waktu berjalan ke barat di waktu pagi hari 
matahari mengikutiku di belakang
aku berjalan mengikuti bayang-bayangku sendiri yang memanjang di depan
aku dan matahari tidak bertengkar tentang siapa di antara kami
yang telah menciptakan bayang-bayang
aku dan bayang-bayang tidak bertengkar tentang siapa di antara kami
yang harus berjalan di depan

Sapardi Djoko Damono, 1971

Komentar

Postingan populer dari blog ini

The Road Not Taken: It tells us about choosing.

Jalan yang Tak Diambil  -Robert Frost- Dua jalan bercabang di hutan yang menguning sayang, aku tak bisa menempuh keduanya sebagai seorang pengembara, lama aku berdiri   dan menatap salah satunya sejauh yang kubisa sampai jalan itu berkelok di balik semak belukar lalu kuteliti jalan yang lain, sama, mungkin malah tampak lebih baik berumput segar dan menarik hati meskipun jejak yang telah melewatinya juga telah merundukkan rerumputannya dan pagi itu dua jalan sama-sama terbentang tertutup daun-daun yang tak pernah terinjak oh, kusimpan jalan yang pertama untuk lain hari! meski aku tak tahu ujung jalan sana apakah ada jalan kembali Akan kuceritakan dengan lirih suatu waktu berabad kemudian:   Dua jalan terbentang di hutan, dan aku... aku mengambil jalan yang tak diambil orang lain dan kutahu, itulah yang membuat perbedaan The Road Not Taken;  -Robert Frost- Two roads diverged in a yellow wood And sorry I could not travel both   An...

Batu-Batu yang Menghalangi

Batu-Batu yang Menghalangi * Bukankah setiap lembar kehidupan yang kita tempuh dalam langkah kehidupan kita terdapat batu-batu yang menghalangi hingga kita mencapai tujuan akhir? Mengapa kita menginginkan semua ini segera berlalu, padahal kita tidak mengetahui kehidupan kita pada lembar yang akan datang, akankah lebih baik ataukah sebaliknya? Dalam setiap kehidupan manusia, pasti  akan ada ujian-ujian yang menimpanya. Semakin lama manusia menjalani kehidupan di permukaan bumi ini, semakin besar pula ujiannya. Setiap ujian seorang hamba disesuaikan dengan kadar keimanan hamba tersebut. Nabi sallahu’alaihi wasallam pernah ditanya, siapakah dari golongan manusia yang paling berat cobannya? Nabi menjawab, “Para Nabi, kemudian orang sholih, kemudian yang paling mirip dengan mereka, kemudian yang paling mirip dengan mereka di antara manusia. Seseorang diberi cobaan sesuai dengan diennya. Jika diennya kuat, cobaannya pun akan lebih berat dan jika diennya lemah, akan diringankan cobaann...